Anda Gemar Tampil Stylish? Ketahui Dulu Bahayanya Bagi Kesehatan

GoDok – Dewasa ini, siapa sih anak muda yang tidak ingin tampil stylish? Tuntutan akan hal ini seringkali memaksa Anda untuk mengikuti tren dan mode masa kini. Mulai dari mencatok rambut, memakai skinny jeans, mewarnai rambut, memakai high heels kesana-kemari, hingga menggunakan softlens sebagai ganti kacamata.

Meskipun begitu, Anda sadari atau tidak, tren serta mode tersebut ternyata memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan kelewat sering. Penasaran apa saja bahayanya? Yuk, simak penjelasan berikut ini :

Skinny jeans

Saat ini, sepertinya skinny jeans telah menjadi salah satu item yang wajib dimiliki baik oleh pria maupun wanita. Pemakaian skinny jeans yang menunjukan lekuk tubuh bagian bawah dipercaya dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi siapapun yang memakainya. Namun, ternyata skinny jeans punya beberapa dampak buruk bagi kesehatan lho, seperti :

  1. Model skinny jeans yang ketat akan menimbulkan penyumbatan sirkulasi darah karena tertekannya pembuluh darah di sekitar paha dan selangkangan. Sirkulasi darah yang tersumbat akan mengakibatkan varises.
  2. Tekanan kuat yang diberikan oleh skinny jeansakan membuat kulit meradang sehingga dalam jangka panjang kulit akan berubah menjadi hitam.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Human Reproduction, menemukan bahwa pemakaian skinny jeans yang terlalu sering dapat membuat pria menghasilkan sperma dalam jumlah lebih sedikit. Tidak hanya itu, pemakaian skinny jeans dapat pula meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan dalam beberapa kasus tertentu dapat mengakibatkan testis bengkok.

(Baca: Ada Bahaya di Balik Stylish-nya Celana Jeans)

Hair styling

Tentunya, banyak dari Anda yang pernah melakukan hairstyling, demi mendapatkan rambut yang tampak indah. Meskipun begitu, hairstyling yang terlalu sering dilakukan dapat menjadi penyebab utama permasalahan serius pada rambut. Apa sajakah jenis kerusakan tersebut?

1. Bleaching

Bahan kimia yang terkandung dalam produk bleaching, alias pemutihan rambut akan menembus masuk ke dalam kutikula rambut sehingga menghilangkan pigmen warna rambut alami Anda. Proses bleaching ini kemudian akan mengubah struktur rambut dan akibatnya, rambut menjadi rentan terhadap kerusakan dari luar.

2. Catok

Perming, atau yang di dalam bahasa Indonesia disebut catok rambut, merupakan suatu metode pelurusan atau pengeritingan rambut dengan menggunakan bahan kimia. Nah, bahan kimia yang digunakan ini kemudian dapat memecah ikatan batin rambut dan membentuknya kembali dengan cara yang berbeda. Sama dengan bleaching, catok juga akan mengakibatkan rambut terlihat kusam, kering dan rapuh.

(Baca: Ini Dia Penyebab Si Rambut Bercabang)

3. High lights dan pewarnaan rambut

Demam K-pop di Indonesia tak ayal membuat banyak fans artis Korea mengikuti gaya dan warna rambut si artis. Karenanya, highlights dan pewarnaan rambut kini sedang tren di kalangan fans K-Pop Indonesia. Namun, nyatanya kedua hal tersebut dapat mengubah struktur dalam rambut, sehingga menyebabkan rambut menjadi kering dan rapuh.Wah, hati-hati ya K-pop lover sekalian!

(Baca: Hal yang Perlu Dipertimbangkan Jika Ingin Mewarnai Rambut)

4. Blow-drying

Biasanya, setelah keramas di pagi hari, Anda akan menggunakan hairdryer guna mengeringkan rambut dengan cepat. Nah, jarang yang tahu bahwa panas yang dikeluarkan oleh mesin blow akan menyebabkan perubahan sementara ikatan hidrogen pada rambut. Hasilnya, lama-kelamaan rambut akan mengalami kerusakan secara permanen.

5. Ponytails

Mengikat rambut dengan membentuknya seperti ekor kuda kerap kali dilakukan oleh para wanita. Meskipun terkesan sepele, namun ternyata hal ini juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan rambut Anda lho, apabila ikatan yang Anda buat terlalu kuat. Ikatan yang terlalu kuat ini bisa menarik erat folikel rambut dan lama-kelamaaan akan mengakibatkan kerontokan permanen pada rambut.

6. High heels

Saat memakai sepatu dengan hak tinggi, berat badan Anda akan bertumpu pada jari-jari atau bola kaki. Sehingga untuk mengimbanginya, lutut dan pinggul akan maju ke arah depan, sedangkan pantat Anda akan semakin mundur ke arah ke belakang. Apabila Anda kelewat sering menggunakan high heels, hal ini akan mengakibatkan nyeri pada sendi tulang dan varises serta meningkatkan kemungkinan Anda mengalami keseleo. Jadi, pakailah juga sandal jepit sesekali, ya!

(Baca: Ini Dia Akibat Buruk Sering Pakai High Heels)

7. Softlens

Karena dianggap lebih praktis dan lebih trendi, banyak orang yang kemudian memakai softlens sebagai pengganti kacamata. Apakah Anda juga salah satu yang menggunakannya? Jika iya, berhati-hatilah. Sebab, menggunakan softlens terlalu lama yang tidak disertai dengan menjaga kebersihan softlens akan menimbulkan komplikasi serius pada mata. Komplikasi yang dimaksud antara lain adalah lecet kornea, infeksi mata (Acanthamoeba keratitis dan infeksi mata jamur), mata kering dan ulkus kornea. Lebih jauh lagi, komplikasi yang lebih serius dapat pula menyebabkan kebutaan secara permanen.

(Baca: Penyakit Glaukoma)

Nah, setelah mengetahui risikonya, yuk lebih berhati-hati dalam memilih tren yang harus diikuti. Jangan mengikutinya terlalu sering, hingga berbahaya bagi kesehatan Anda. Sesuaikan semua hal dalam batas yang wajar ya! Selamat mencoba!