Anak Nakal? Jangan Hukum Ia dengan Kekerasan Fisik!

Sebagai orangtua, tentu ada kalanya Anda dibuat jengkel bukan main dengan tingkah nakal anak. Jika sedang kumat, si kecil memang acap kali menunjukkan perilaku membangkang dan rewel yang kelewat batas. Seringnya, karena kesal dan terpancing ulah anak, Anda memberi hukuman fisik berupa pukulan atau cubitan agar anak diam dan nurut. Meskipun bertujuan untuk membuat buah hati jera dan menurut, hati-hati karena kebiasaan ini justru dapat berdampak buruk bagi psikologisnya.

Menurut Nurlita Endah Karunia, pakar psikologi dari Universitas Surabaya, memberikan hukuman kepada anak diperbolehkan selama tidak mengganggu hak-hak dasar anak, seperti makan, sekolah, istirahat, dan lainnya. Namun, perlu diketahui bahwa alih-alih mendidik si kecil, kebiasaan memberikan hukuman fisik malah justru akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang agresif. Tidak mau kan? Nah, Anda sebagai orang tua harus dapat memilih dengan baik jenis hukuman apa yang ampuh dalam mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Mungkin Anda bertanya-tanya, jenis hukuman seperti apakah yang tepat dan efektif untuk buah hati? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Menetapkan hukuman bersama

Jarang yang mengetahui bahwa sebagai orangtua, Anda dapat mengajak anak untuk mendiskusikan hukuman apa yang akan diterimanya  jika ia melanggar peraturan yang sudah ditetapkan bersama. Metode ini dinilai efektif oleh banyak pihak karena dapat membuat si kecil lebih bertanggungjawab atas setiap tindakan yang dilakukannya. Akan tetapi, orangtua juga harus konsisten terhadap hukuman dan peraturan yang telah didiskusikan sebelumnya. Jadi, jangan goyah bila anak tiba-tiba menangis atau merengek, ya!

2. Metode time-out

Tahukah Anda, apa itu metode hukuman time-out? Hukuman yang oleh sebagian disebut sebagai ‘kursi hukuman’ ini dilakukan dengan meminta si kecil duduk sejenak di suatu tempat sembari diam merenungkan kesalahannya. Jika ingin mencoba alternatif ini, maka sebelumnya Anda harus menyepakati durasi waktu hukuman dengan si kecil. Nah, setelah waktunya habis, Anda baru dapat menanyakan kepada si kecil mengenai alasannya melanggar peraturan.

3. Memberikan tugas rumah tambahan

Terakhir, bentuk hukuman yang dapat Anda berikan setiap kali si kecil berulah adalah dengan memberikan ia tugas rumah tambahan. Tapi, jangan asal terapkan metode hukuman ini, ya, Bunda! Karena Anda harus menyesuaikan terlebih dahulu tugas rumah yang cocok dengan usia si kecil.

Memberikan hukuman pada anak untuk mengajarkan efek jera memang umum dilakukan. Namun, terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan. Pertama, jangan mempermalukan anak dengan menghukumnya di hadapan orang lain atau menggunakan kata-kata yang dapat melukai perasaannya. Kemudian, selalu pastikan bahwa hukuman yang diberikan sesuai dengan tindakan yang anak lakukan. Selamat mencoba!

 

Comments are closed.