Amankah Bercinta di Masa Kehamilan? Yuk, Kenali Faktanya!

GoDok – Masa kehamilan merupakan saat-saat yang penuh harapan, juga pertanyaan, khususnya bagi pasangan muda. Saat sedang hamil, wanita akan mengalami perubahan hormon, yang juga berdampak terhadap hasrat seks. Bagi sebagian besar wanita hamil, hubungan intim di masa kehamilan adalah hal terakhir yang ada di pikiran mereka. Hal ini karena mereka akan cenderung merasa mual, mudah lelah, cemas, bahkan berpikir bahwa ia tak atraktif lagi. Namun, tidak sedikit pula yang hasrat bercintanya justru meningkat tajam. Jika hal yang kedua terjadi, para suami mungkin akan ragu, antara memenuhi keinginan istri atau menahan hasrat demi menjaga keselamatan si jabang bayi. Banyak pula yang kemudian bertanya-tanya, bahayakah bercinta di masa kehamilan? Untuk menjawab hal tersebut, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu serba-serbi hubungan intim di masa kehamilan.

Apa fakta ilmiahnya?

Berdasarkan penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal., berhubungan intim di saat kehamilan sebetulnya aman untuk dilakukan, dengan syarat kehamilan tersebut berisiko rendah. Artinya, wanita hamil tetap dianjurkan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter kandungan mengenai hal ini sejak awal kehamilan agar kesehatan ibu dan janin terjamin aman.

Hal lain yang menjadikan seks pada masa kehamilan aman dilakukan adalah karena posisi si janin sendiri. Saat berada di rahim ibunya, posisi janin akan berada di bagian atas dan dilindungi oleh kantung ketuban yang menyelimutinya. Hal ini dapat melindungi janin Anda dari guncangan hebat saat bercinta. Selain itu, secara umum, tidak ada penis yang cukup panjang untuk mencapai tempat janin berada. Karenanya, seks di masa kehamilan bisa dikatakan tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Memang, rahim akan berkontraksi saat orgasme dan dapat semakin kuat di usia kehamilan tua. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab kontraksi di sini tidak sama dengan kontraksi yang terjadi saat akan melahirkan. Sehingga, seks di masa kehamilan tidak akan menginduksi janin untuk keluar maupun menyebabkan keguguran.

Sesungguhnya, seks pada masa kehamilan justru berefek baik untuk kesehatan si jabang bayi. Saat senggama terjadi, hormon yang dilepaskan ibu akan memberikan rasa lega dan bahagia, yang juga akan dirasakan janin. Sehingga, seks pada masa ini akan menciptakan relasi lebih intim antara ayah, ibu dan anak.

Lalu, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan?

Meski disarankan, seks pada masa kehamilan juga harus memerhatikan kenyamanan posisi demi keselamatan janin dan ibu hamil. Pada masa ini, biasanya wanita hamil akan mengalami perubahan hormon yang mengakibatkan posisi-posisi senggama tidak sama dengan sebelum hamil. Posisi yang aman untuk seks pada masa kehamilan adalah woman on top. Mengapa? Sebab, dengan posisi ini bagian perut wanita bagian bawah dapat terhindar dari tekanan serta memungkinkan wanita mengontrol dalamnya penetrasi. Selain itu, posisi yang paling disarankan untuk laki-laki  adalah berbaring di belakang dan berbaring menyamping. Sebab kedua posisi ini dapat membuat bagian abdomen wanita terhindar dari tekanan yang kuat.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah wanita yang sedang hamil harus rutin memeriksakan kandungannya dan mengikuti saran dari dokter. Ini berlaku baik bagi ibu hamil yang berisiko tinggi maupun rendah. Jika dokter tidak menyarankan seks, mulai dari senggama hingga penetrasi, maka pasangan masih dapat melakukan berciuman, berpelukan atau oral. Seks oral termasuk masih aman dilakukan oleh wanita hamil, selama pasangannya tidak meniupkan udara ke vagina. Sebab hal ini dapat menghambat pembuluh darah yang berisiko ke jantung ibu hamil dan mengancam keselamatan janin.

Seks merupakan bagian penting di dalam pernikahan, sementara menunggu kelahiran bayi adalah sesuatu yang menggembirakan. Perlu diingat, bahwa meskipun sebentar lagi akan menjadi orang tua,  namun Anda tetaplah pasangan suami istri yang harus saling mengerti dan menjaga kebahagiaan satu sama lain. Jadi, salinglah memahami di masa-masa ini, terutama soal hubungan intim di ranjang.

Semoga bermanfaat!

Baca artikel terkait mengenai ragam orientasi seksual yang harus diketahui, klik di sini.

Comments are closed.