Alzheimer; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Alzheimer

;

;

Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan ingatan dan fungsi mental penting lainnya. Kondisi medis yang merupakan penyebab demensia paling umum ini umumnya dipicu oleh degenerasi atau matinya sel otak.

GoDok- Alzheimer- Pernahkah Anda mendengar nama penyakit alzheimer? Jika belum, yuk, kenali lebih dalam lewat penjelasan Go Dok berikut ini!

Mengenal alzheimer

Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan ingatan dan fungsi mental penting lainnya. Kondisi medis yang merupakan penyebab demensia paling umum, ini umumnya dipicu oleh degenerasi atau matinya sel otak. Akibatnya, pasein akan mengalami penurunan memori dan fungsi mental penting lainnya.

Pada awalnya, seseorang dengan penyakit ini mungkin akan mengalami kebingungan ringan dan kesulitan mengingat hal tertentu saja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, pasien akan mengalami perubahan kepribadian dramatis diiringi dengan hilangnya ingatan-ingatan penting. Mengerikan, bukan?

Gejala

Faktanya, gejala pada setiap kasus sangatlah bervariasi. Namun, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyakit ini umumnya ditandai oleh:

  • Ingatan. Bedanya lupa normal dengan lupa khas alzheimer; lupa khas alzheimer umumnya akan bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Inilah yang dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
  • Tanpa sadar mengulangi pernyataan dan pertanyaanyang sama berkali-kali.
  • Melupakan percakapanatau janji penting.
  • Kerap salah ketika menempatkan barang, misalnya menyimpan gantungan kunci di rak sepatu.
  • Tersesat di tempat yang sudah tidak asing lagi
  • Lupa nama anggota keluarga dan benda sehari-hari
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi objekdan mengekspresikan pikiran.
  • Kesulitan berkonsentrasi dan berpikir-terutama yang berkaitan dengan konsep abstrak-, seperti angka.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku

Selain gejala umum di atas, pasien penyakit ini juga bisa menunjukkan beberapa perilaku khusus, seperti:

  • Depresi
  • Apatis
  • Menarikdiri dari lingkungan sosial
  • Perubahan mood
  • Tidak percayapada orang lain
  • Iritabilitas dan agresivitas
  • Perubahan kebiasaan dan pola tidur
  • Delusi
Penyebab

Penelitian menyatakan bahwa bagi kebanyakan orang alzheimer disebabkan oleh kombinasi genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi. Meskipun begitu, penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti.

Ketika dokter memeriksa jaringan otak Alzheimer di bawah mikroskop, maka akan terlihat dua jenis kelainan yang dianggap sebagai ciri penyakit, yaitu :

  • Gumpalan protein yang disebut beta-amyloid ini dapat merusak dan menghancurkan sel-sel otak dengan beberapa cara, termasuk mengganggu komunikasi sel-ke-sel. Inilah yang dipercaya banyak ahli sebagai tersangka utama penyakit ini.
  • Tangles. Sel otak bergantung pada distribusi nutrisi dan bahan penting lainnya. Nah, sistem ini membutuhkan struktur normal dan fungsi protein yang disebut tau. Pada  Alzheimer, benang protein tautidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kegagalan sistem transportasi. Inilah yang memicu penurunan dan kematian sel otak.
Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit ini:

  • Meskipun peyakit ini BUKAN merupakan bagian dari proses penuaan, namun risikonya meningkat pesat setelah Anda mencapai usia 65 tahun.
  • Riwayat keluarga dan genetika. Meskipun mekanisme genetik alzheimer dalam keluarga belum dapat dijelaskan, namun para ahli telah mengidentifikasi perubahan langka (mutasi) pada tiga gen yang hampir menjamin seseorang mewarisinya
  • Sindrom Down. Faktanya, gen yang terkandung dalam kromosom ekstra penyebab sindrom Downturut meningkatkan risiko penyakit Biasanya, gejala penyakit akan muncul 10-20 tahun lebih awal dari kasus normal.
  • Jenis kelamin. Studi mengungkapkan bahwa wanita lebih berisiko terkena  penyakit ini dibanding
  • Trauma kepala.Mereka yang pernah mengalami trauma kepala parah tampaknya lebih berisiko terkena penyakit ini.
  • Gaya hidup, seperti:
    • Kurang olahraga
    • Obesitas
    • Merokok, atau terpapar asap rokok
    • Tekanan darah tinggi
    • Kolesterol tinggi
    • Diabetes tidak terkontrol
Penanganan

Untuk menangani penyakit ini dokter biasanya akan mengajurkan pasien untuk menjalani 2 terapi berikut ini:

1. Farmakologi

Terapi obat-obatan ditujukan untuk memeperlambat penurunan fungsi kognitif dan memori lainnya.   Untuk jenis obatnya sendiri, dokter biasanya akan meresepkan jenis penghambat cholinesterase dan antidepresan. Jenis pertama ditujukan untuk meningkatkan tingkat komunikasi sel-ke-sel dengan menyediakan neurotransmiter (asetilkolin); sedangkan jenis yang terakhir digunakan untuk membantu mengendalikan gejala perilaku yang terkait dengan penyakit ini.

2. Non-farmakologi

Menyesuaikan situasi sehari-hari dengan kebutuhan pasien  merupakan langkah paling penting yang harus dipraktikkan oleh seluruh anggota keluarga. Berikut penjabaran lengkapnya:

  • Selalu simpan kunci, dompet, ponsel dan barang berharga lainnya di tempat yang sama.
  • Pasang pengenal lokasi pada ponsel pasien. Langkah ini ditujukan untuk melacak lokasi pasien jika suatu saat ia tersesat.
  • Buatjanji temu secara teratur. Janti temu haruslah di hari dan waktu yang sama.
  • Gunakan kalender atau papan tulis putih di rumah untuk melacak jadwal harian.
  • Kurangi jumlah cermin. Pasienalzheimer mungkin akan merasa bingung atau ketakutan saat melihat dirinya di cermin.
  • Olahragabersama-sama. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan sendi, otot, dan jantung pasien; olahraga juga dapat menyetabilkan emosi dan mood mereka.
  • Nutrisi

Karena pasiennya  kerap lupa atau kehilangan selera makan, maka menjadi tugas Anda sebagai kerabat terdekat untuk selalu mengingatkan mereka setiap kali jam makan tiba.

Komplikasi

Selain memicu hilangnya memori, kemampuan berbahasa, menilai, dan fungsi kognitif lainnya; penyakit ini juga dapat mempengaruhi fungsi fisik, seperti menelan, keseimbangan, dan kontrol usus & kandung kemih. Inilah yang menyebabkan pasien rentan mengalami masalah kesehatan lainnya.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab seputar penanganannya dengan Tim Dokter Go Dok. Download aplikasi Go Dok di sini.