7 Bahaya Waxing yang Jarang Diketahui Wanita

bahaya waxing
Bahaya waxing; simak artikel Go Dok berikut ini untuk mengetahui apa saja bahaya waxing yang mengincar kaum wanita. Selamat membaca!

GoDokBahaya Waxing – Jarang yang mengetahui apa saja bahaya waxing. Padahal. banyak wanita yang tergiur untuk mencoba tren waxing –atau menghilangkan bulu tubuh dengan menggunakan lilin kulit atau lelehan gula- karena kerap dianggap sebagai sebuah keharusan demi mendapatkan kulit yang tampak mulus dan tidak berbulu.

Namun, sebelum memutuskan untuk mencabut habis bulu di tubuh, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu 7 bahaya waxing bagi kesehatan. Penasaran? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Memicu ruam

Jika tertarik untuk mencoba tren waxing, maka Anda harus pula mewaspadai dampak buruknya yang pertama, yaitu risiko timbulnya ruam pada kulit. Ruam yang umumnya ditandai oleh rasa gatal, benjol, serta kulit yang terlihat bersisik atau terkelupas biasanya dipicu oleh penggunaan wax yang terlalu banyak mengandung senyawa kimia yang tidak cocok untuk kulit Anda.

2. Menyebabkan infeksi

Jika proses waxing dilakukan terlalu sering, maka risiko Anda mengalami infeksi kulit pun akan semakin besar. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang terkandung di dalam wax akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Bagaimana tidak! Karena rambut tubuh dibuang, zat asing akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit yang terbuka.

(Baca: Mengenal Ragam Infeksi Jamur)

3. Menyebabkan memar serta pendarahan

Dari banyak jenisnya, bikini waxing –membuang bulu di area kemaluan- merupakan jenis yang paling sering dipilih; apalagi bagi mereka yang berniat mengenakan pakaian renang yang terbuka. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan timbulnya memar serta pendarahan? Ya, waxing di area tubuh yang sensitif -temasuk kelamin- akan meningkatkan risiko kulit Anda mengalami memar serta pendarahan yang biasanya ditandai dengan munculnya benjolan serupa bisul kecil berwarna kemerahan. Menyeramkan, bukan?

4. Menurunkan elastisitas kulit

Jarang yang mengetahui bahwa salah satu dampak buruk waxing adalah kulit dapat kehilangan elastisitasnya sehingga rentan berkerut. Lho, kok bisa? Tentu bisa, sebab dalam proses waxing, bukan hanya kulit tubuh akan sering tertarik; namun, minyak alami yang tekandung di dalamnya pun akan turut berkurang.

(Baca: Cerahkan Kulit Siku dan Lutut dengan Bahan Alami Ini!)

5. Bulu tumbuh tidak beraturan

Hindari kebiasaan waxing  terlalu sering, apalagi jika dilakukan secara serampangan tanpa bantuan ahli! Mengapa? Sebab menurut Krant, M.D., -seorang ahli dermatologi dari For Smith, Ark-, hal tersebut dapat memicu gangguan kulit yang disebut Pseudofolliculitis. Intinya, kondisi ini disebabkan oleh folikel rambut yang tumbuh berlawanan, yaitu melengkung ke arah dalam.

6. Alergi

Pada beberapa kasus, waxing terbukti memicu alergi. Hal ini dikarenakan sistem imun pada beberapa orang menolak paparan bahan kimia tertentu yang terkandung di dalam wax. Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, Anda yang terpaksa melakukan waxing dapat memilih lilin yang tebuat dari bahan alami, seperti madu atau gula yang dipanaskan.

7. Meningkatkan risiko IMS (Infeksi Menular Seksual)

Terakhir, waxing dipercaya banyak pihak dapat meningkatkan risiko IMS (Infeksi Menular Seksual). Ini sejalan dengan pernyataan Emily Gibson –Direktur Medis Western Washington University– yang mengemukakan bahwa luka terbuka yang diakibatkan oleh waxing terbukti meningkatkan risiko penyebaran penyakit herpes dan HIV.

(Baca: Hii, Ngerinya Penyakit Menular Seksual!)

Nah, itu tadi 7 bahaya waxing bagi kesehatan yang harus diketahui. Sejatinya, tren kecantikan baru ideal untuk diikuti jika terbukti aman bagi kesehatan. Karena bukankah tubuh yang sehat merupakan harta yang paling berharga? Semoga bermanfaat!

Comments are closed.