5 Panganan Sehat untuk Menemani Pendakian

GoDok – Hmmm.. Naik gunung di libur panjang akhir pekan tampaknya merupakan ide yang bagus, bukan? Tentu saja! Sebab, banyak hal baik yang bisa Anda dapatkan dari kegiatan outdoor ini. Mulai dari merasakan segarnya udara pegunungan, menikmati hijaunya pemandangan, hingga menyehatkan badan. Menggiurkannya lagi, mendaki gunung bisa jadi pengalaman berkesan sekaligus ajang mengumpulkan teman baru sesama pendaki.

 Tapi, tunggu dulu! Dalam mendaki gunung, persiapan Anda tidak boleh sembarangan, lho. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dan menjadi penentu kekuatan Anda untuk bisa mencapai puncak adalah bekal makanan. Harus Anda tahu bahwa ada 4 unsur yang nggak boleh ketinggalan dalam perbekalan, yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan gula. Nah, makanan apa sajakah yang mengandung keempatnya? Untuk menjawabnya, yuk simak daftar berikut :

1. Oatmeal atau sereal

Oatmeal atau sereal adalah solusi terbaik bagi Anda untuk menggantikan asupan karbohidrat yang selama ini diperoleh dari nasi. Selain lebih praktis dan ringan, kandungan karbohidrat dalam oatmeal dan sereal setara dengan kandungan karbohidrat yang terdapat dalam nasi sehingga asupan kalori yang dibutuhkan tetap dapat terpenuhi. Selain karbohidrat, oatmeal atau sereal mengandung protein, lemak, zat besi, vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena alasan inilah oatmeal atau sereal sering dibawa oleh para pendaki profesional dibanding dengan nasi.

(Baca: Ragu Mengonsumsi Oatmeal? Kenali Dulu Manfaatnya Bagi Kesehatan!)

2. Madu

Tak hanya manis dan lezat, madu juga kaya akan kalsium, kalium dan zat besi yang dapat menguatkan otot tubuh sehingga dengan memakannya, tubuh akan menjadi lebih bertenaga. Selain itu madu juga bermanfaat untu menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat pada kondisi cuaca gunung yang seringkali sulit untuk diprediksi.

(Baca: 5 Manfaat Madu; Si Manis yang Kaya Manfaat)

3. Cokelat

Senyawa phenethylamine yang terdapat dalam cokelat dapat membantu untuk menaikan hormon endorfin dalam tubuh Anda. Hormon ini sangat dibutuhkan oleh para pendaki agar tidak mudah kehabisan tenaga. Cokelat juga merupakan panganan yang praktis pengemasannya, sehingga Anda bisa selalu menyelipkannya di kantong-kantong celana atau tas ransel. Saat mendaki dan Anda merasa tubuh terlalu dingin, makanlah batangan cokelat ini guna menambah tenaga dan menghangatkan badan.

4. Abon

Meskipun karbohidrat sangat penting bagi tubuh saat melakukan pendakian, namun Anda tidak boleh melupakan salah satu hal yang tidak kalah penting; yaitu protein. Pilihlah makanan yang mengandung protein dan ptraktis dikemas dalam ransel,  seperti abon dan sosis.

5. Buah

Tahukah Anda bahwa vitamin, serat dan air yang terdapat dalam buah dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga tubuh dari dehidrasi? Karena itulah, mendaki, Anda harus secara bijak dalam menggunakan pembekalan air namun Anda juga tidak boleh membiarkan tubuh kekurangan cairan hingga mengalami dehidrasi. Kondisi ini akan membuat Anda tidak dapat berpikir dengan baik sehingga sulit untuk memilih jalan yang benar dan hasilnya, bisa saja Anda tersesat. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan mengkonsumsi buah. Berikut dua jenis buah yang memiliki kandungan air cukup tinggi :

– Semangka

Berdasarkan penelitian yang University of Aberdeen Medical School pada tahun 2009, semangka membantu menghidrasi tubuh dua kali lebih efektif dibandingkan dengan meminum satu gelas air.

– Apel

Apel memiliki kandungan air sebanyak 84% ditambah dengan kandungan lainnya seperti seperti vitamin C dan B kompleks (riboflavin, thiamin dan vitamin B6), serat makanan, kalsium, kalium, fosfor dan beberapa fitonutrien.

(Baca: Apel, Si Merah dengan Segudang Manfaat)

Hindari makanan ini!

Mi instan sampai saat ini merupakan salah satu makanan favorit yang sering dibawa oleh para pendaki. Alasannya adalah mi instan dapat di-packing dengan praktis dan mudah diolah di lapangan. Namun, apakah mi instan merupakan makanan yang baik dalam menyertai pendakian? Jawabannya adalah tidak. Sebab, sifat mi instan yang menarik cairan dalam tubuh akan membuat Anda lebih mudah haus dan selalu minum. Padahal, selama melakukan pendakian Anda justru harus menghemat persedian air. Jika hal ini terjadi, dan konsumsi mi instan Anda sudah kelewat banyak, bisa-bisa air bawaan Anda jadi lebih cepat habis. Bayangkan jika Anda sama sekali tak bertemu sungai atau sumber air lainnya di gunung nanti, wah bisa-bisa Anda dehidrasi! Jadi, sebisa mungkin hindarilah mengonsumsi mi instan secara berlebihan selama pendakian.

Baca: