5 Gangguan Kulit Kepala yang Pantang Dianggap Remeh

gangguan kulit kepala
Beberapa gangguan kulit kepala dapat muncul bukan karena tingkat kehigienisan pribadi yang rendah saja; namun juga bisa dipicu oleh adanya penyakit parah dalam tubuh.

GoDok Gangguan Kulit Kepala Ketika merasakan sensasi gatal di kulit kepala, apa yang akan Anda lakukan? Mungkin mayoritas jawaban yang diberikan adalah menggaruknya hingga merasa mendingan. Sebagian lagi mungkin memilih cara yang agak merepotkan; yaitu keramas setiap hari. Padahal, tidak selamanya 2 cara tersebut ampuh untuk menghilangkan gatal di kulit kepala, lho! Mengapa?

Usut punya usut, beberapa gangguan kulit kepala dapat muncul bukan karena tingkat kehigienisan pribadi yang rendah saja; namun juga bisa dipicu oleh adanya penyakit parah dalam tubuh. Berikut, Go Dok paparkan 5 gangguan kulit kepala yang harus mendapatkan perhatian ekstra:

Gangguan Kulit Kepala yang Pantang Dianggap Remeh

1. Ketombe

Ketombe; gangguan kulit kepala yang sangat umum dialami oleh setiap orang. Sebenarnya, apa sih yang menjadi penyebab munculnya ketombe? Ternyata, ketombe dapat dipicu oleh tumbuhnya jamur di beberapa area tubuh yang berfolikel rambut lebat, seperti kulit kepala. Selain itu, jamur juga dapat berkembang dengan pesat jika banyak terdapat sel kulit mati serta minyak berlebih di kulit kepala. Karenanya, minimalisir proses berkembangbiaknya jamur dengan menggunakan sampo yang mengandung selenium, zinc pyrithione, atau teatree oil.

(Baca: Rambut Indah Bebas Ketombe)

2. Psoriasis kulit kepala

Jika Anda atau kerabat mengeluhkan kulit kepala yang terasa tebal dan berkerak, serta sering mengeluarkan bercak darah setiap kali digaruk; maka, segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat. Mengapa? Sebab kondisi di atas merupakan gejala penyakit psoriasis.

Psoriasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kesalahan pada sistem kekebalan tubuh yang malah balik menyerang kulit kepala. Karenanya, jangan anggap remeh penyakit yang satu ini, ya! Sebab, demi mengobati Psoriasis, Anda diharuskan menjalani perawatan jangka panjang.

3. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik -atau yang juga dikenal sebagai cradle cup pada bayi- merupakan gangguan kulit kepala yang disebabkan oleh produksi minyak yang tinggi dibarengi adanya perkembangan jamur di kulit kepala.

Umumnya, gejala dari penyakit ini hampir serupa dengan psoriasis, yaitu kulit kepala yang terasa bersisik, gatal, serta ketombe yang tidak kunjung reda. Hati-hati! Dermatitis seboroik yang tidak segera ditangani dapat menyerang wajah, dada bagian atas, dan punggung. Karenanya, cegah kemungkinan terburuk dengan segera menggunakan sampo yang mengandung asam salisilat, sulfur, selenium sulfida 2%,  dan zinc pirition 1-2 %.

4. Kurap

Selain menyerang kulit tubuh, kurap juga ternyata dapat mendera kulit kepala. Kurap pada kulit kepala umumnya ditandai dengan munculnya bercak putih berbentuk lingkaran, kulit kepala yang bersisik, timbulnya ruam berwarna merah, serta rambut yang perlahan menipis. Meskipun kurap pada kulit kepala umumnya diderita oleh anak-anak berusia 3 – 7 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan jika orang dewasa juga akan mengalaminya.

Bagaimana kurap bisa terjadi pada kulit kepala? Kurap, yang pada dasarnya merupakan penyakit menular, dapat menyerang kulit kepala jika Anda melalukan kontak langsung dengan penderita kurap melalui penggunaan topi, handuk, dan sisir.

5. Folikulitis

Terakhir, gangguan kulit kepala yang harus Anda waspadai adalah folikulitis. Ya, kondisi kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus ini akan menyerang folikel rambut sehingga memicu timbulnya infeksi. Jika folikulitis sudah terlanjur parah, maka Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan pengobatan yang tepat, semisal konsumsi antibiotik untuk memacu proses peluruhan bakteri.

(Baca: Penyakit Folikulitis)

Itu tadi 5 gangguan kulit kepala yang harus mendapatkan perhatian yang ekstra. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.