4 Metode Melahirkan yang Harus Diketahui oleh Calon Ibu

Metode melahirkan
Metode persalinan apakah yang akan Anda ambil? Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu 4 metode melahirkan lewat penjelasan di bawah ini

GoDokMetode MelahirkanBagi kebanyakan pasangan suami-istri, kehamilan merupakan momen yang dinanti-nanti. Bagaimana tidak! Selain dapat memperpanjang keturunan, hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga juga dipercaya dapat membawa rejeki, keceriaan, dan ikatan kekeluargaan yang lebih erat.

Khusus bagi para calon ibu, sudah siapkah Anda dengan proses persalinan nanti? Lantas, metode persalinan apakah yang akan Anda ambil? Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu 4 metode melahirkan.

Ada beberapa metode melahirkan yang harus calon ibu ketahui seperti di bawah ini:

1. Persalinan normal

Metode melahirkan pertama adalah persalinan normal. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa persalinan normal sangatlah menyakitkan; namun, tidak sedikit ibu hamil yang mendamba bisa melahirkan buah hati dengan cara ini.

Lantas, seperti apakah tahapan melahirkan bayi dengan cara persalinan normal? Di fase awal, ibu akan merasakan kontraksi akibat serviks (leher rahim) mengalami pelebaran hingga 10 cm. Selanjutnya, ibu akan diarahkan untuk mengejan agar bayi dapat keluar. Terakhir, setelah bayi keluar, ibu akan diarahkan untuk mengejan demi mengeluarkan plasenta. Namun, jika cara normal ini tidak berhasil, dokter biasanya akan memberikan suntikan khusus agar plasenta dapat keluar dengan sendirinya

2. Caesar

Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan metode persalinan caesar. Ya, cara ini sering ditempuh jika ibu tidak ingin merasakan sakit khas persalinan normal; atau karena ingin sang buah hati lahir di tanggal tertentu.

Pada persalinan caesar,  ibu akan mendapatkan suntikan bius yang membuat perut menjadi kebal dan mati rasa. Jika sudah begitu, dokter akan memulai proses operasi dengan menyayat perut agar bayi dapat dikeluarkan dari rahim dengan mudah.

Walaupun terhitung aman, namun bukan berarti metode caesar tidak memiliki efek samping. Buktinya, banyak kasus di mana ibu akan mengeluhkan beberapa kondisi medis pasca operasi, semisal rasa sakit pada luka bekas operasi, mual dan muntah akibat pemberian anestesi, hingga timbulnya infeksi pada saluran kemih dan dinding rahim.

3. Persalinan + alat bantu vakum

Meskipun terdengar asing; namun, persalinan yang dibantu dengan penggunaan vakum kerap kali dipilih jika ibu atau janin terbukti mengalami kondisi medis tertentu, seperti proses persalinan yang berjalan terlalu lama sehingga ibu merasa kelelahan, bayi yang mengalami stres setiap kali ibu mengejan, hingga kondisi fisik ibu yang tidak memungkinkan ia untuk mengejan.

Lalu, seperti apa gerangan melahirkan dengan bantuan alat vakum? Singkatnya, dokter akan memasukkan vakum ke dalam vagina hingga cup menempel pada kepala bayi. Setelah itu, dokter akan menarik bayi berbarengan dengan ejanan ibu.

4. Persalinan + alat bantu forceps

Metode melahirkan yang terakhir adalah persalinan dengan bantuan forceps. Alat yang menyerupai sepasang sendok berukuran besar ini akan dimasukkan ke dalam vagina, lalu diarahkan agar dapat mencapit kepala bayi sehingga dapat dikeluarkan dari rahim.  Biasanya, metode ini dipilih jika posisi bayi terbukti sungsang, atau ketika proses melahirkan tidak kunjung usai padahal sudah berlangsung selama berjam-jam.

Itu tadi 4 metode melahirkan yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.